Blog
Jan18

Anugrah yang Harus Dirawat

Anugerah yang Harus dirawat

Berwisata adalah satu kata yang semua orang pasti menyukainya. Namun, kadang bingung ingin berwisata kemana dan ada saja kendala. Ditambah lagi dengan masalah yang tak habis-habisnya selalu mengudara di langit Nusantara. Yaa, Indonesia yang mana tidak kita ragukan lagi bahkan telah diakui oleh dunia bahwa Indonesia adalah negara yang memiliki panorama alam yang sangat indah. Ini adalah suatu anugerah yang diberikan Sang Pencipta. Selain anugerah keindahan alamnya, Ibu Pertiwi juga memiliki berbagai macam budaya yang luar biasa. Yang mana anugerah ini adalah suatu yang sangat harus kita syukuri.

Beda halnya dengan negara lain. Mereka mungkin memiliki keindahan alam, namun tidak sebanyak yang dimiliki Indonesia. Nah, mereka harus ngeluarin biaya banyak untuk membuat sarana dan prasarana pariwisata, untuk menarik turis asing agar mengunjungi negara mereka. karena kunjungan turis asing bisa meningkatkan pendapatan negara.

Tidak hanya pesona alam, potensi budaya dan peninggalan sejarah juga banyak di Indonesia. Dari flora dan fauna, dari Sabang sampai Merauke, dari barat sampai ke timur dari daratan hingga lautan bahkan sampai ke perut bumi Ibu Pertiwi pun bisa dieksplorasi.

Indonesia dikenal dengan Negara Pulau, karena memang banyak pulau yang terbentang dari ufuk timur hingga ke ufuk barat. Dari pulau-pulau itu terdapatlah komunitas penduduk, yang mana di masing-masing pulau itu memiliki kebudayaan masing-masing. Setiap pulau pula memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda lagi. Jika kita menceritakan tentang budaya yang ada di Indonesia akan menjadi sebuah satu buku.

Flora dan Fauna yang dimiliki Ibu Pertiwi pun sangat beragam dan sangat seru untuk dieksplorasi. Nah, flora dan fauna ini adalah makhluk hidup yang mana ketika kita ingin mencari tahu tentang flora dan fauna harus dengan cara yang baik dan benar. Tidak dengan keserakahan karena memikirkan keuntungan yang besar. Flora dan fauna adalah makhluk hidup yang juga berkembang jika dieksploitasi secara terus menerus maka akan mengalami kepunahan. Jika ingin melakukan penelitian, lakukan lah. Tapi, gunakanlah seperlunya saja. Kasihan Flora dan Fauna nya. Dengan melihat berbagai macam flora dan fauna ini juga bisa menjadi wisata yang menyenangkan hati.

Peninggalan sejarah pun untuk setiap daerah dan pulau memiliki kisah nya masing-masing. Nah, disini tugas kita sebagai warga negara yang baik, harus ada konstribusi antara pemerintah dan masyarakat untuk melindungi peniggalan sejarah yang dimiliki suatu daerah tersebut. Yang mana bangunan atau semacamnya yang merupakan peniggalan sejarah, dari pemerintah harus ada anggaran dana untuk merawat peninggalan sejarah tersebut. Dan dari masyarakat nya, harus bisa membantu pemerintah dengan menjaga peninggalan sejarah tersebut. Merawat di lingkungan sekitar, memperingatkan orang yang melakukan suatu hal yang merugikan atau merusak peninggalan sejarah tersebut dan lain-lain.

Berbicara peninggalan sejarah, apakah teman-teman pernah mendengar Siak Kota Istana? Atau bahkan teman-teman pernah mengunjungi Kota Siak. Ya, berbicara tentang Kota Siak. Kota Siak ini masih memiliki aroma melayu yang kental. Peninggalannya yang sampai saat ini masih kokoh yaitu Istana Asseraya Alhasyimiah, Makam Sultan Syarif Kasim II, Masjid Syahabuddin, Balai Kerapatan Tinggi, Benteng Koto Salamah, Danau Zamrud, Kapal Kato, Kolam Hijau dan masih banyak lagi.

Peninggalan sejarah Kota Siak bisa dibilang mengalami perhatian yang baik. Istana Siak yang sampai saat ini masih berdiri koko itu karena perhatian pemerintah dan masyarakat Siak dalam menjaga dan merawat Istana Siak. Nah, berbeda kisah untuk Kolam Hijau, apa sih Kolam Hijau itu? Tunggu dulu, kita harus tau di mana leteknya. Saat kita melewati jalan lintas Siak-Bengkalis tepatnya di Desa Buantan Kecamatan Siak, Kabupaten Siak di situlah situs bersejarah Kolam Hijau berada tepat di tepi Sunga Siak. Akses masuk ke Kolam Hijau harus memasuki gang besar. Yang dulunya masing hutan dan jika hujan jalan akan sangat susah dilalui.

Dinamakan Kolam Hijau, karena air yang ada di dalam kolam berwarna hijau. Saat ini jika diperhatikan memang benar air di dalam kolam berwarna hijau. Tidak terlalu nampak seperti zamannya dulu ini karena faktor lingkungan. Kolam Hijau ini di zamannya digunakan untuk pemandian Keris para Sultan, baik sebelum perang atau sesudah perang. Selain itu Kolam Hijau ini juga menjadi tempat pemandian Raja Kecik yang merupakan salah satu pendiri Kerajaan Siak.

Kolam Hijau dulu dan Sekarang sangat berbeda. Dulu mungkin orang tidak akan tahu kalau di Siak ada situs bersejarah Kolam Hijau karena memang letaknya sangat masuk ke dalam hutan. Yang tidak ada gapura atau ucapan selamat datang sebagai penanda di situs bersejarah Kolam Hijau tersebut. Pagar Kolam Hijau yang tak terawat, Mushola yang tidak layak guna, bangunan lapuk yang membuat pemandangan jelek, bahkan mungkin tempat tersebut disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sepi, membosankan dan lingkungan sekitar kolam yang banyak sampah, inilah yang membuat kita tidak terlalu nampak dengan air yang berwarna hijau di dalam kolam.

Namun, sekarang pemerintah sangat gencar melakukan perawatan pada situs bersejarah di Kota Siak, termasuklah Kolam Hijau. Sekarang akses menuju Kolam Hijau tidak lagi perlu khawatir jika hujan, jalan menuju Kolam Hijau sudah di aspal mulus. Sekarang sudah ada fasilitas istirahat, bangunan yang lapuk sudah benar-benar dihancurkan, terdapat juga tempat makan dan penjual es. Jadi, tidak perlu jauh-jauh keluar untuk membeli makanan jika persediaan bekal habis.

Kita sebagai masyarakat harus menjaga dan merawat kekayaan alam, tempat bersejarah dan sebagainya agar bisa dinikmati oleh anak cucu kita kelak.

 

writen by : Nurina Indah (UIN)

 

           

           

Incoming search terms :

Tags:

Rate this article!

  • SHARE!

Author: 

author

Related Posts

Leave a Reply