Blog
May14

PHK Semakin Marak. Saatnya Berwirausaha

Semangat wirausaha memang sudah selayaknya dikumandangkan. Apalagi di tanah Indonesia dengan jumlah penduduk mencapai angka 200 juta lebih. Ini menjadikan Indonesia dengan volume market yang cukup luas. Selanjutnya, ini akan menjadikan masyarakat Indonesia akan menjadi konsumen terpandai di dunia.

Bagaimana tidak, apabila setiap hari anda akan dibom-bardir iklan produk atau bahkan layanan. Mau tak mau, anda pasti akan menerimanya dengan lapang dada. Selain itu, anda pun akan tergiur dengan bergai jenis rayuan. Selain itu, apabila anda tergolong sebagai penganut trend, maka anda pasti terjebak di dalamnya.

PHK Semakin Marak. Saatnya Berwirausaha

Sudah berapa kali anda harus membaca berita seperti ini. PHK merupakan momok menakutkan bagi seorang pekerja. Banyak pekerja yang tak sampai hati dan memilih setia pada satu perusahaan. Dan, bermodalkan harapan bahwa perusahaan akan menyelematkannya, pekerja pun pasrah mau menerima segala perintah perusahaan.

Inilah yang sebenarnya tak enak bila diperbincangkan. Perusahaan memiliki hak mem-PHK setiap pekerjanya. Apapun alasan yang melatarbelakanginya. Meski perusahaan, di sisi lain, harus menuntaskan kewajiban, sayangnya ini Indonesia. PHK tanpa pesangon atau pesangon yang tertunda merupakan budaya.

PHK Semakin Marak. Saatnya Berwirausaha

Anda tidak bisa menghindari PHK. Bagi perusahaan, PHK merupakan hal yang cukup berat pula bagi mereka. Karena itu menjadi tolak ukur jikalau ada yang “sakit” di dalam perusahaannya. Alhasil, ini akan menjadi sesuatu yang menyakitkan dari sisi keduanya. Bagi perusahaan, lebih-lebih bagi para pekerja.

Menurut Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Enny Sri Hartati, PHK dan fenomena relokasi beberapa perusahaan besar kemungkinan diakibatkan oleh faktor kondisi bisnis. Selain konsisi yang berubah drastis, ekosistem pemerintahan pun sedang labil.

Setali tiga uang, hal tersebut mau mau mempengaruhi kondisi bisnis. Bagi pebisnis ini merupakan kondisi yang mengkritiskan. Tanpa adanya strategi jitu, maka bisa dipastikan pebisnis akan mengalami keloyoan pemasukan. Akibatnya, bisnis mau tak mau harus mengambil jalan mundur.

Tips Mengatur Budget Liburan Bagi Pelanggan Setia Bisnis Tour and Travel

Menjadi karyawan atau pekerja dan berharap menjadi kaya-raya itu salah. Mungkin benar bila anda mendapatkan posisi dan berada di perusahaan yang sudah matang. Anda tidak perlu banyak berpikir, semua akan berjalan dengan mulus. Meski tak jarang anda harus menggunakan bberapa stratgei curang nan tak berperikemanusiaan. Di dunia bisnis semua itu diperbolehkan. Meski nilai etis tak sependat dengan hal tersebut.

Padahal, jalan paling mudah apabila anda ingin bergelimpang harta, yaitu menjadi pengusaha. Tidak dapat dipungkiri, ini merupakan cara paling tepat dan manusiawai. Anda bisa mengatur hidup anda sekaligus mulai merintis berbagai usaha yang sesuai denga hati. Kebebasan dan segala hal yang menyamankan bisa anda dapatkan bila menjadi seorang wirausahawan.

Menjadi seorang pebisnis mau tak mau membuat anda berpikir hal apa yang bisa anda lakukan saat ini. Ini tentu akan menuntun anda kepada diri anda sendiri. Secara tak langsung, anda pun bisa menekuninya dan memulai mendapat penghasilan dengan hal ini.

Fokus pada padat karya maksudnya, segala hal yang anda kerjakan saat ini berfokus pada karya. Atau, bahasa mudahnya keterampilan anda. Ketika keterampilan sudah anda ketahui, maka penghasilan bisa dengan mudah anda dapati. Ini akan memuluskan anda untuk membangun bisnis mulai dari saat ini.

Bagi Anda yang tertarik membuka bisnis tour and travel, bisa klik DAFTAR SEKARANG di bawah ini.

Tags:
  • SHARE!

Author: 

Seorang Content Writer BigBoss yang dipercaya mampu “menghidupkan” berbagai jenis blog. Ingin blog menjadi lebih “hidup” dibanding sekarang? Hubungi saya di sini

author

Related Posts

Leave a Reply